Kamis, 28 Mei 2015

Rafael Benitez Belum Tahu Dirinya Dikaitkan dengan Real Madrid

Rafael Benitez Belum Tahu Dirinya Dikaitkan dengan Real MadridTRIBUNNEWS.COM - Real Madrid dikabarkan media-media Spanyol mendekati pelatih Napoli, Rafael Benitez. Namun, kabar tersebut langsung ditampik agen Benitez, Manuel Garcia Quillon.
Real Madrid membutuhkan pelatih baru untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat pada Senin (25/5/2015). Bersama Juergen Klopp, Benitez menjadi kandidat terkuat pengganti Ancelotti.
Akan tetapi, menurut agennya, Benitez ternyata tidak mengetahui rumor yang mengaitkan dirinya dengan Real Madrid. Benitez pun saat ini masih fokus melatih Napoli.
"Apakah Benitez akan menjadi pelatih baru Real Madrid? Tidak. Saya tidak mendengar apapun. Benitez masih pelatih Napoli," kata Garcia Quillon kepada Sky Sport Italia.
Masa depan Benitez bersama Napoli masih menjadi tanda tanya. Pada musim ini, Benitez hanya mampu membawa Napoli berada di posisi keempat Serie-A.

Cocok di La Liga Spanyol, Gareth Bale Tak Akan Pindah dari Real Madrid Musim Depan

Cocok di La Liga Spanyol, Gareth Bale Tak Akan Pindah dari Real Madrid Musim DepanTRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Wales, Chris Coleman, menyatakan Gareth Bale tidak memiliki niat untuk meninggalkanReal Madrid pada musim panas nanti.
Seperti yang telah diketahui, mantan gelandang Tottenham Hotspuritu mendapatkan berbagai kritikan atas performanya yang kurang memuaskan sepanjang musim ini bersama Los Merengues.
"Saya tidak berpikir masa depannya di Real Madrid akan berubah. Presiden (Real Madrid) berpikir banyak mengenai Gareth," ujar Coleman pada BBC Sport.
"Terkecuali Gareth ingin pergi, yang menurut saya pada hal ini, dia tidak akan pergi kemana-mana. Saya tidak berpikir dia akan pergi.Real Madrid adalah klub terbesar di planet ini," lanjut Coleman.
Coleman juga mengatakan bahwa Primera Division adalah kompetisi yang bagus untuk Bale dan tentunya akan menguntungkan juga bagi tim nasional Wales.
"Saya tahu seperti apa Liga Spanyol. Temponya berbeda. Tidak seperti Premier League yang lebih mengutamakan fisik. Pemain kami yang bermain di Premier League pasti merasakannya dari pekan ke pekan," kata Coleman.
Bale hijrah dari Spurs ke Real Madrid dengan biaya sebesar 82,72 juta poundsterling (atau sekitar Rp 1,6 triliun). Dia terikat kontrak di Santiago Bernabeu hingga tahun 2019.
Sejauh ini, Bale sudah tampil sebanyak 31 pertandingan dengan mencetak 13 gol.

Sami Khedira Selangkah Lagi Berkostum Juventus

Sami Khedira Selangkah Lagi Berkostum Juventus
TRIBUNNEWS.COM - Gelandang Real Madrid Sami Khediratampaknya di ambang pintu masuk Juventus. Pemain Timnas Jerman itu tinggal menyelesaikan tes medis.
Dalam beberapa hari terakhir, kabar mengenai Khedira akan pindah ke Juventus Stadium berembus kencang. Disebutkan bahwa Juventus, yang telah menggondol dua gelar pada musim ini (Serie-A dan Coppa Italia), ingin menyelesaikan kesepakatan perpindahan sebelum laga final Liga Champions melawan Barcelona pada 6 Juni nanti.
Gazzetta dello Sport dan Tuttosport mengklaim pada Selasa (26/5/2015) pagi bahwa sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Kini, Khedira hanya perlu menjalani uji kesehatan sebelum resmi menjadi bagian dari Si Nyonya Besar pada musim baru.
Khedira bakal bergabung dengan status bebas transfer karena kontraknya bersama Madrid habis pada akhir musim ini. Menurut laporan, Khedira akan mendapat bayaran 4 juta euro (sekitar Rp 57,647 miliar) per musim dengan kontrak selama tiga tahun. Itu belum termasuk bonus, yang bisa saja menambah penghasilan mantan pemain VfB Stuttgart ini.

Real Madrid Ogah Beli Javier Hernandez dari Manchester United

Real Madrid Ogah Beli Javier Hernandez dari Manchester UnitedTRIBUNNEWS.COM, MADRID - Setelah memecat Carlo Ancelotti,Real Madrid kini memutuskan tidak mengambil opsi untuk membeliJavier Hernandez dari Manchester United setelah masa pinjamannya berakhir. 
Dengan demikian, Chicharito bakal kembali ke Old Trafford pekan ini.
Bintang berumur 26 tahun tersebut menjalani masa sulis selama dipinjamkan ke Madrid, sampai suatu ketika serangkaian cedera menyerang Gareth Bale dan Karim Benzema, yang membuka kesempatan bagi Chicharito untuk merasakan sebentar berada di tim inti.

Pemain asal Meksiko itu kemudian memanfaatkannya dengan mencetak gol-gol penting bagi Madrid, termasuk saat penentuan perempatfinal Liga Champion melawan Atletico Madrid.

Akan tetapi, Madrid rupanya belum cukup puas dan tetap tak ingin mengontraknya secara permanen.
Chicharito dipastikan kembali ke United, tetapi harapan menjadi pemain tim inti tampaknya juga tak lebih baik ketimbang ketika masih di La Liga.

Walau Louis van Gaal telah mengirim Radamel Falcao pulang ke AS Monaco, tapi tim inti di United saat ini sudah punya punya pakem dan Chicharito sangat mungkin tidak masuk dalam rencana jangka panjang sang pelatih. 

Chicharito memang pernah menjadi salah satu aset terbaik United di lini serang, tapi sekarang sudah tidak lagi.
Formasi cair 4-3-3 ala LvG sejauh ini mengandalkan striker tunggal yang diharapkan punya kemampuan terlibat lebih dalam, tidak hanya mencetak.

Jadi, bila tak masuk daftar skuat inti United musim depan, Chicharito mungkin perlu mempertimbangkan untuk hijrah lebih dekat ke rumah, yaitu ke MLS seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard.

Florentino Perez Banyak Memecat Pelatih Real Madrid

Florentino Perez Banyak Memecat Pelatih Real MadridTRIBUNNEWS.COM, MADRID - Pada Selasa (26/5) dini hari WIB,Real Madrid resmi memecat Carlo Ancelotti sebagai pelatih.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Florentino Perez selaku presiden klub.
Ancelotti didepak setelah mempersembahkan empat gelar untuk Los Blancos dalam dua musim.
Padahal nahkoda asal Italia tersebut masih punya sisa kontrak satu tahun.
Ini bukan pertama kalinya Perez mem-PHK seorang pelatih.
Selama 12 tahun menguasai Madrid, sang bos tercatat sudah sembilan kali melengserkan juru taktik (termasuk Ancelotti).
Ancelotti menjadi pelatih Italia kedua yang dipaksa keluar dari Santiago Bernabeu oleh Perez.
Sebelumnya ada nama Fabio Capello.
Berikut ini daftar pelatih yang dipecat semasa kepemimpinan Perez:

Vicente del Bosque (1999–2003)
Carlos Queiroz (2003–2004)
Jose Antonio Camacho (2004)
Marino Garia Remon (2004)
Vanderlei Luxemburgo (2004–2005)
Fabio Capello (2006–2007)
Bernd Schuster (2007–2008)
Manuel Pellegrini (2009–2010)
Carlo Ancelotti (May 25, 2015)

Ancelotti Dipecat, Modric Kecewa Berat

Liputan6.com, Madrid - Luka Modric sangat kecewa dengan pemecatan Carlo Ancelotti. Gelandang Real Madrid ini menilai Ancelotti tidak layak ditendang terlalu cepat.

Ancelotti dipecat Madrid karena pada musim 2014-2015 gagal memberikan satu gelar juara pun untuk El Real. Madrid finis di posisi dua klasemen La Liga, tersingkir di semifinal Liga Champions dan didepak Atletico Madrid di 16 besar Copa del Rey.

"Terkadang saat Anda tidak memenangkan gelar maka bukan berarti Anda tidak bagus. Ancelotti sosok yang Meski demikian pemain asal Kroasia itu yakin Los Galacticos akan kembali berjaya musim depan. Meski ia dan pemain Madrid lainnya belum tahu siapa yang akan menjadi pelatih pengganti Ancelotti.

"Jika kami tidak terlalu banyak cedera musim ini maka hasilnya akan berbeda. Yang pasti kami akan melakukan yang terbaik untuk meraih trofi musim depan," ujar Modric optimistis. sebagai pelatih dan pribadi di luar lapangan," kata Modric seperti dilansir Goal.

"Rasanya sangat tidak adil bagi pelatih atau pemain. Namun mungkin inilah kunci sukses Madrid," ujarnya menambahkan.

DI PECAT REAL MADRID, INI KOMENTAR ANCELLOTI

Liputan6.com, Madrid- Carlo Ancelotti pada hari Senin (25/5/2015) harus menelan pil pahit dipecat sebagai pelatih Real Madrid. Ancelotti tak sakit hati kehilangan pekerjaannya dan akan terus mengenang momen indah selama bertugas di Santiago Bernabeu.

Ancelotti dipecat Florentino Perez karena pada musim ini Madrid harus hampa gelar. Los Blancos gagal total di La Liga, Liga Champions dan juga Copa del Rey.

Tak lama setelah Perez mengumumkan pemecatan dirinya, Ancelotti buka suara melalui Twitter. Mantan pelatih Juventus dan AC Milan itu memilih berterima kasih kepada Madrid karena sudah diberi kepercayaan dua musim melatih Cristiano Ronaldo cs.

"Saya ingin mengingat dua tahun fantastis ini di Madrid. Terima kasih klub, suporter dan para pemain. #HalaMadridYNadaMas," kicau Ancelotti.

Selama dua tahun melatih Madrid, Ancelotti terbilang cukup sukses. Di musim perdananya, mantan arsitek Juventus itu berhasil mewujudkan mimpi Madrid meraih gelar juara Liga Champions ke-10 atau La Decima.

INILAH 5 KANDIDAT SUKSESOR ANCELOTI DI MADRID

Pemecatan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Real Madrid menghadirkan bermacam spekulasi, soal siapa kandidat layak suksesor sang peraih La Decima.
Manajemen Real Madrid akhirnya membuat satu keputusan sulit pada Selasa (26/5) dini hari WIB. Melalui presidennya sendiri, Florentino Perez, mereka akhirnya memutuskan untuk memecat Carlo Ancelotti dari jabatannya sebagai pelatih. Suatu keputusan yang sejatinya sudah diprediksi, tapi tetap mengejutkan.

Perez mengakui jika pemecatan ini merupakan salah satu keputusan tersulit yang pernah diambilnya. "Dewan direksi telah memutuskan untuk melepas Carlo Ancelotti. Ini keputusan yang sangat sulit, tapi kami tidak datang ke Real Madrid untuk membuat keputusan-keputusan mudah, kami meyakini ini yang terbaik," ungkap sang presiden.

Dasar atas pemecatan Don Carlo ada pada evaluasi di musim ini, yang mana Los Blancos mengakhiri musim tanpa gelar mayor. Mereka hanya jadi runner-up La Liga Spanyol, terhenti di babak 16 besar Copa del Rey, dan tersingkir oleh Juventus di fase semi-final Liga Champions. Meski begitu, sejatinya Madrid tidak benar-benar kering trofi musim ini, karena mereka juga sukses menyabet trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. 

Kegagalan musim ini juga seakan menghapus fakta bahawa Ancelotti adalah sosok utama pelepas dahaga Madrid selama 12 tahun tak menjuarai Liga Champions. Ya, musim lalu pelatih asal Italia ini berhasil mengantarkan Cristiano Ronaldo cs meraih gelar La Decima, yang disempurnakan oleh Copa del Rey.



Di sisi lain, pemecatan ini juga tak bisa dihindari lagi akibat masalah kesehatan Ancelotti. Sebelumnya, pelatih berusia 55 tahun ini sudah memutuskan untuk beristirahat selama setahun guna jalani operasi penyakit cervical stenosis, yang memengaruhi respons tangannya.
Tapi, bagaimanapun kita dapat menelurkan satu kesimpulan di sini: bahwa trofi mayor adalah harga mati di Madrid! Karenanya calon pengganti Ancelotti haruslah memiliki potensi untuk mencapai target tersebut. Spekulasi suksesor La Decima sendiri kini semakin kencang berhembus, selepas konfirmasi pemecatan.

Seturut dengan keriuhan tersebut, maka Goal Indonesia merangkum segala potensi yang tampak dalam lima kandidat paling kuat suksesor Ancelotti di Real Madrid. Simak!

RAFAEL BENITEZ


Nama pelatih NapoliRafael Benitez, mendadak jadi yang terdepan untuk menggantikan Ancelotti. Hal itu terjadi lantaran Madrid, melalui presidennya, Perez dan direktur jenderal klub, Jose Angel Sanchez, sempat memberi pernyataan bahwa mereka akan mempekerjakan pelatih yang fasih berbahasa Spanyol.
Benitez sendiri merupakan orang Spanyol dan warga asli kota Madrid. Dirinya bahkan pernah mendeklarasikan diri sebagai seorang Madridista. Menyoal kualitas, tak perlu diragukan lagi, mantan pelatih Liverpool itu masih jadi salah satu pelatih terbaik dunia di era kini.

Dirinya dikenal pelatih spesialis trofi, karena rekornya yang selalu menghadirkan trofi di musim debutnya melatih sebuah klub. Sosok berusia 55 tahun ini sukses menghadirkan 15 gelar dari delapan tim yang pernah diasuhnya. Ia bahkan tak pernah absen menyumbangkan trofi sejak musim 2010/11.

Benitez juga dijuluki pelatih master turnamen, karena lazim mengantarkan timnya menjuarai sebuah kejuaraan bersistem turnamen, mulai dari piala liga domestik hingga Liga Champions. Masalah utama dari sosok yang juga pernah melatih Real Madrid B ini adalah konsistensi dalam performa musiman timnya.

Untuk merekrutnya, Madrid bisa memanfaatkan situasi tak kondusif Benitez dengan presiden sekaligus pemilik Napoli, Aurelio de Laurentiis.

JURGEN KLOPP


Media harian terkemuka Spanyol, Marca, merilis jajak pendapat bagi seluruh Madridista soal siapa pengganti ideal Ancelotti musim depan, sesaat sebelum sang entrenador dipecat. Dan sosok yang jadi idola dengan persentase tertinggi adalah Jurgen Klopp. Pelatih Borussia Dortmund ini meraih suara sebanyak 44 persen, jauh mengungguli seluruh pesaingnya yang hanya mendapat persentas di bawah 15 persen.

Gaya bermainnya yang rock 'n' roll amat digemari khalayak sepakbola luas, tak terkecuali Madridista. Dengan style tersebut, Klopp sukses membangkitkan Dotmund dari level medioker ke elit Eropa. Ia berhasil mematahkan dominasi Bayern Munich di Jerman -- meski hanya sesaat -- dan mengejutkan dunia dengan mementaskan timnya di final Liga Champions 2012/13.

Jika benar meminatinya, beruntung bagi Madrid karena Klopp sudah memutuskan untuk meninggalkan Dortmund selepas musim ini berakhir. Kesepakatan untuk menduduki kursi kepelatihan El Real bisa lebih mudah, tanpa harus melibatkan pihak ketiga.

Namun Madrid juga harus berhati-hati, karena pelatih berusia 47 tahun itu belum teruji dalam menangani tim besar dan pemain berlabel bintang lima. Hal itu tampak musim ini, saat dirinya membuat Die Borusssen kembali terpuruk dengan deretan skuat yang mulai membintang. Selain itu, sosok Jerman tulen ini juga belum bisa memenuhi permintaan manajemen Los Galaticos untuk fasih berbahasa Spanyol.

JULEN LOPETEGUI


Selanjutnya adalah pelatih FC PortoJulen Lopetegui. Nama pelatih asal Basque ini sejatinya sudah nyaring terdengar dalam tiga tahun terakhir. Ia adalah sosok di balik suksesnya timnas Spanyol U-19 dan U-21 saat menjuarai Piala Eropa kelompok umur, pada 2012 dan 2013.
Lopetegui semakin menjulang musim ini dengan keberhasilannya mengantarkan Porto ke perempat-final Liga Champions. Gaya permainan timnya yang indah dan nyaris serupa dengan filosofi tiki-taka, juga membuat khalayak makin kagum terhadap sosoknya.

Kelebihan mantan penggawa Madrid ini juga terletak pada kelihaiannya mencomot bibit-bibit muda. Hal itu tampak jelas bagaimana skuat Porto kini gemilang, karena diperkuat oleh mayoritas pemainnya di timnas Spanyol junior dahul. Faktor itu bisa dijadikan Madrid untuk memaksimalkan potensi para lulusan Castilla, yang belakangan terus meningkat kualitasnya.

Tapi, Madrid juga perlu melihat sisik sebaliknya bahwa Lopetegui amat minim pengalaman dalam melatih klub. Porto adalah klub profesional kedua yang diasuh pria 48 tahun ini, dan dirinya belum sanggup memberikan gelar apapun.

MICHEL


Kejutan terbesar hadir pada sosok Jose Miguel Gonzalez Martin del Campo, atau lebih dikenal dengan "Michel". Meski memiliki status sebagai pemain legendaris Madrid yang mentas di periode 80-an, pria 52 tahun itu belum mentereng sebagai pelatih.

Namun siapa sangka, kehadiran kembali sosoknya dalam peran berbeda sebagai pelatih begitu dinanti oleh publik Santiago Bernabeu. Hal itu dibuktikan oleh harian Marca, yang menempatkan Michel di posisi kedua sebagai pelatih yang paling diinginkan Madridista di bawah Jurgen Klopp.

Pensiun sebagai pesepakbola pada 1992, Michel baru memulai karier kepelatihannya 13 tahun berselang. Kariernya medioker bersama Rayo Vallecano, Real Madrid B, Getafe, dan Valencia. Baru ketika melatih raksasa Yunani, Olympiakos, di musim 2012/13, namanya mulai diperhitungkan.

Lewat gaya permainan possesioal ball-nya, Michel berhasil mempersembahkan gelar Liga Super Yunani di musim 2012/13 dan 2013/14 dan Piala Yunani 2012/13 bagi Olympiakos. Alejandro Dominguez cs pun selalu bisa tampil heroik di pentas Liga Champions. 

Namun layaknya Jurgen Klopp dan Julen Lopetegui, Michel masih belum teruji pengalaman dalam melatih tim dengan sejarah besar. Ups, Januari lalu dirinya juga baru dipecat Olympiakos.

ZINEDINE ZIDANE


Gelagat Madrid untuk menjadikan Zinedine Zidane sebagai pelatih masa depan mereka tampak begitu jelas, manakala menjadikan sang legenda sebagai asisten pelatih Ancelotti musim lalu. Bersama Don Carlo, sosok berusia 43 tahun itu berhasil mengantarkan Los Blancos meraih La Decima Liga Champions.

Untuk memperdalam ilmu kepelatihan dan kepemimpinannya dalam mengasuh sebuah tim, musim ini Madrid lantas menyerahkan jabatan pelatih Real Madrid B kepada Zidane. Hasilnya? Tak bisa dibilang mengecewakan, karena Madrid B mengakhir musim dengan duduk di peringkat enam klasemen, grup 2 Divisi Segunda B (kasta ketiga kompetisi sepakbola Spanyol).

Zidane juga sukses mempromosikan beberapa nama potensial ke tim utama, layaknya Diego Llorente, Guilermo Valera, Sergio Aguza, Alvaro Medran, dan tentunya Martin Odegaard. Belum ada sesuatu yang benar-benar spesial sejatinya. Karenanya, apakah tepat mempromosikan Zizou sebagai suksesor Ancelotti musim depan?

SEJARAH REAL MADRID

Real Madrid Club de Fútbol (pengucapan bahasa Spanyol: [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol]Royal Madrid Football Club), umumnya dikenal sebagai Real Madrid, adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di MadridSpanyol.
Didirikan pada tahun 1902 sebagai Madrid Football Club, secara tradisional mengenakan kostum kandang putih. Kata Real("dari kerajaan") Spanyol dan dianugerahkan ke klub oleh Raja Alfonso XIII pada tahun 1920 bersama-sama dengan mahkota kerajaan di lambang klub. Klub ini telah memainkan pertandingan kandang di Stadion Santiago Bernabéu dengan kapasitas 85.454 di pusat kota Madrid sejak tahun 1947.
Klub ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dalam hal pendapatan, dengan omset tahunan sebesar €513 juta dan paling berharga, senilai €3.3 miliar.[4][5] Ini adalah salah satu dari tiga klub untuk tidak pernah terdegradasi dari papan atas sepak bola Spanyol, bersama dengan Athletic Bilbao dan Barcelona. Real Madrid memiliki banyak persaingan lama, terutama El Clásico dengan Barcelona dan El Derbi madrileño dengan Atlético Madrid.
Klub ini memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola Spanyol dan Eropa selama tahun 1950. Di dalam negeri, Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Klub ini telah meraih 32 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 1 Copa Eva Duarte, 1 Copa de la Liga,[6] 10 gelar Piala Eropa/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA, 2 Piala Super UEFA, 3 Piala Interkontinental dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA.

Awal mula (1897–1945)

Julián Palacios, presiden pertama klub pada 1900-1902.
Foto bersejarah Real Madrid pada musim 1905—1906.
Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dariUniversitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.[7]Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.[2]
Kemudian Raja Spanyol Alfonso XIII
Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dariFederasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndezmenandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912.[8]
Surat yang memberi klub predikat Royal.
Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyolmemperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.[9]
Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[10] Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.[11]
Pada 14 April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua disebabkan klub kehilangan gelar Real dan kembali ke bernama Madrid Football Club. Sepakbola terus selama Perang Dunia Kedua, dan pada 13 Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona 11-1 di leg kedua semi-final[12] dari Copa del Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk menghormati Jenderal Franco. Ia telah mengemukakan bahwa pemain Barcelona diintimidasi oleh polisi,[13] termasuk oleh direktur keamanan negara yang "diduga mengatakan kepada tim bahwa beberapa dari mereka hanya bermain karena kedermawanan rezim dalam memungkinkan mereka untuk tetap di negara ini."[14] Ketua Barcelona, Enric Piñeyro, diserang oleh fans Madrid.[15]